Perihal Musik Pop Melayu Indonesia 2000-an

Ntah kenapa, tiba-tiba malam ini saya menyempatkan diri untuk memikirkan beberapa hal seputar tren musik pop melayu indonesia di dekade 2000-an dan memutuskan untuk menuliskannya di sini.

Bahwasanya:

  • Apabila secara konsensus telah disepakati bahwa the Big 4 dari skena ini adalah Radja, Kangen Band, ST12, dan Wali, maka menurut saya ranking-nya (berdasarkan selera saya) adalah sebagai berikut:
    1. Kangen Band
    2. Radja
    3. ST12
    4. Wali
  • Menurut pendapat saya yang lebih jujur, seharusnya Radja tidak masuk dalam cluster ini. Terlepas dari influens melayunya, Radja datang dan meledak sebelum orang-orang sadar akan kemunculan tren musik angkot yang beredarnya melalui angkot dan file-file mp3 ini. Lagu-lagu di album Langkah Baru (2004) adalah bukti kalau Radja lebih pantas disandingkan dengan band-band seperti Ungu, SAMSONS atau bahkan Peter Pan. Video-video klip Radja banyak dibintangi aktris/model yang rasanya jauh dari predikat alay pada zamannya.
  • Band alternatif yang juga bisa dinobatkan ke dalam the Big 4 meliputi Hijau Daun, Vagetoz, atau D’Bagindas. Namun ketiga band ini terkesan one-hit-wonder. Menurut saya yang lebih pantas adalah Armada, walaupun bisa dikatakan Armada datang bersama gelombang berikutnya.
  • Lagu “Tentang Aku, Kau & Dia” milik Kangen Band adalah epitome musik pop melayu Indonesia 2000-an. Jika suatu saat nanti ada sebuah daftar yang merangkum 1001 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa, dan lagu ini tidak tercantum di top 100 (atau bahkan ga sama sekali), tim kuratorialnya bisa makan taik.
  • Jika anda pernah dapati saya mencemooh Kangen Band pada laman Facebook / Twitter / Friendster saya di masa lampau, percayalah itu merupakan sisi pretensius saya. Teman saya Ilham Laoki tau betul betapa saya menyukai lagu-lagu Kangen Band pada saat itu. “Doy” adalah satu dari beberapa lagu pertama yang kami unduh secara ilegal lewat situs legendaris Stafaband.info
  • Saya sempat memiliki album Radja: Langkah Baru (2004) dalam dua format: Kaset Pita dan CD. Adapun untuk album ST12: P.U.S.P.A (2008), dahulu saya pernah membelinya 2 kali karena kehilangan kepingan yang pertama. Nenek saya amat menyukai album tersebut, terlebih karena kehadiran lagu “P.U.S.P.A” yang menjadi OST salah satu sinetron di kanal SCTV.
  • Saya punya lagu favorit di album P.U.S.P.A (2008), yakni “Saat Terakhir”. Menurut saya lagu tersebut adalah lagu paling depresif yang pernah saya dengar seumur hidup. Hingga saya mengenal Nick Drake, Elliott Smith, Jeff Buckley, Leonard Cohen, Red House Painters, Radiohead, Efek Rumah Kaca hingga Davichi (다비치) atau Lee So Ra (이소라) sekalipun, saya gagal menemukan tembang yang lebih memilukan angan dari ini.
  • Sebelum kehadiran ‘album hijau’ dan melejitnya pamor ST12 di dunia pertelevisian, saya sudah terlebih dahulu men-discover ST12 — thanks to — VCD kompilasi bajakan yang dibeli om saya circa 2006/2007 (waktu saya kelas 3 SD). Selain Kerispatih dan Letto, di situ ada satu video klip lagu ST12 yang berjudul “ATSL (Aku Tak Sanggup Lagi)”. Pada saat itu saya sangat menggemari lagu tersebut karena “ATSL” begitu mengingatkan saya akan lagu “Vindicated” karya Dashboard Confessional yang menjadi soundtrack utama film Spiderman 2 (2004). Saat itu saya menganggap ST12 adalah band keren karena video klipnya menampilkan wanita berambut pirang.

--

--

23, and prefer cloudy days full of grey skies.

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Jody Muhammad Ezananda

Jody Muhammad Ezananda

23, and prefer cloudy days full of grey skies.